Daftar Isi Artikel
SEO EDU Nezzan – Di dunia SEO (Search Engine Optimization), istilah “artikel pilar” dan “artikel pendukung” sering terdengar. Tapi, apakah sebenarnya kedua istilah ini? Apa bedanya, dan bagaimana cara membuat keduanya agar bisa mendongkrak peringkat website di mesin pencari? Dalam artikel ini, kita akan membahas dengan santai dan detail tentang artikel pilar dan artikel pendukung, serta bagaimana mengoptimalkannya untuk SEO.
Apa Itu Artikel Pilar?
Artikel pilar adalah artikel utama atau inti yang menjadi dasar atau fondasi dari situs web kamu. Biasanya, artikel ini memiliki panjang yang cukup, mendalam, dan lengkap mengenai topik tertentu yang relevan dengan niche atau tema website kamu. Artikel pilar berfungsi untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai subjek tertentu dan menghubungkan dengan artikel-artikel lain yang lebih spesifik (artikel pendukung).
Artikel pilar seringkali berfungsi sebagai sumber utama yang dapat digunakan pengunjung untuk menemukan informasi menyeluruh tentang topik tertentu. Artikel ini menjadi pusat dari topik yang dibahas di dalamnya, dan biasanya, artikel ini akan terhubung dengan banyak artikel lainnya yang membahas subtopik terkait.
Ciri-ciri Artikel Pilar:
- Panjang dan Mendalam: Artikel pilar biasanya panjang, lebih dari 1500 kata, bahkan bisa lebih. Artikel ini tidak hanya mencakup gambaran umum tentang topik tersebut tetapi juga memberikan detail yang cukup lengkap.
- Fokus pada Topik Utama: Artikel pilar berfokus pada satu topik utama yang menjadi pusat perhatian di dalam website kamu.
- Menggunakan Banyak Kata Kunci Long-Tail: Karena artikel pilar mencakup banyak topik yang lebih kecil, artikel ini biasanya memiliki banyak kata kunci long-tail yang relevan.
- Optimasi Internal Link: Artikel pilar biasanya mengandung banyak tautan internal yang mengarah ke artikel pendukung atau halaman lain di website yang terkait.
Contoh Artikel Pilar:
Misalnya, jika website kamu fokus pada topik SEO (Search Engine Optimization), maka artikel pilar yang cocok adalah “Panduan Lengkap SEO untuk Pemula“. Artikel ini akan membahas segala hal mengenai SEO, mulai dari dasar-dasar SEO, teknik-teknik SEO terbaru, hingga alat-alat SEO yang wajib diketahui. Artikel ini akan menjadi sumber utama bagi pengunjung yang ingin belajar tentang SEO secara menyeluruh.
Apa Itu Artikel Pendukung?
Artikel pendukung adalah artikel yang mendalami subtopik dari artikel pilar. Artikel ini lebih pendek dan lebih spesifik, berfokus pada bagian tertentu dari topik yang lebih besar. Artikel pendukung berfungsi untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai aspek tertentu dari topik utama yang dibahas di dalam artikel pilar.
Artikel pendukung biasanya dibuat untuk meningkatkan relevansi dan kedalaman dari topik utama, dan menghubungkan pembaca ke artikel pilar atau ke artikel pendukung lainnya. Dengan cara ini, website kamu akan memiliki struktur yang lebih solid dan mudah dinavigasi oleh pengunjung maupun oleh mesin pencari.
Ciri-ciri Artikel Pendukung:
- Fokus pada Subtopik: Artikel ini hanya membahas sebagian kecil atau subtopik dari topik utama yang dibahas dalam artikel pilar.
- Panjang Artikel: Artikel pendukung biasanya lebih pendek daripada artikel pilar, sekitar 800-1500 kata.
- Optimasi Kata Kunci: Artikel pendukung sering kali lebih mengutamakan kata kunci long-tail yang lebih terperinci terkait dengan subtopik yang dibahas.
- Menghubungkan Artikel Pilar: Artikel pendukung akan mengarah atau terkait langsung dengan artikel pilar, memberikan konteks dan informasi tambahan.
Contoh Artikel Pendukung:
Jika artikel pilar kamu adalah “Panduan Lengkap SEO untuk Pemula”, artikel pendukungnya bisa berjudul “Cara Meningkatkan Kecepatan Situs untuk SEO”. Di artikel ini, kamu akan membahas lebih dalam mengenai kecepatan situs web dan bagaimana hal itu berhubungan dengan SEO, yang sebenarnya hanya salah satu bagian kecil dari SEO secara keseluruhan.
Perbedaan Antara Artikel Pilar dan Artikel Pendukung
Meskipun keduanya saling berhubungan, ada beberapa perbedaan mendasar antara artikel pilar dan artikel pendukung:
- Fokus Topik: Artikel pilar mencakup topik utama yang lebih luas, sedangkan artikel pendukung lebih terfokus pada subtopik yang lebih kecil dan spesifik.
- Panjang dan Kedalaman: Artikel pilar biasanya lebih panjang dan mendalam, sedangkan artikel pendukung lebih singkat dan fokus.
- Peran dalam SEO: Artikel pilar berfungsi sebagai pusat informasi, sementara artikel pendukung memperkuat artikel pilar dengan memberikan informasi tambahan yang lebih terperinci.
Mengapa Artikel Pilar dan Artikel Pendukung Penting untuk SEO?
Keduanya sangat penting untuk strategi SEO yang efektif. Berikut adalah alasan mengapa:
1. Meningkatkan Struktur Situs
Dengan menggunakan artikel pilar dan artikel pendukung, kamu menciptakan struktur situs yang lebih terorganisir. Ini membantu pengunjung untuk menemukan informasi dengan lebih mudah dan juga membuat crawlability situs web lebih baik bagi mesin pencari. Google akan lebih mudah mengindeks dan memahami struktur konten kamu, yang bisa berdampak positif pada peringkat situs.
2. Meningkatkan Relevansi dan Otoritas
Artikel pilar yang lengkap akan menunjukkan bahwa kamu adalah otoritas di bidang tersebut. Jika artikel pilar kamu terhubung dengan banyak artikel pendukung, ini meningkatkan relevansi dan menunjukkan bahwa situs kamu memiliki informasi yang lengkap tentang topik tertentu.
3. Mengoptimalkan Penggunaan Kata Kunci
Dengan menggunakan artikel pilar dan artikel pendukung, kamu dapat mengoptimalkan penggunaan kata kunci variasi dan kata kunci long-tail. Artikel pilar akan menargetkan kata kunci utama, sementara artikel pendukung dapat menargetkan kata kunci long-tail yang lebih spesifik.
4. Meningkatkan Pengalaman Pengguna
Dengan menyediakan artikel yang saling terhubung dan relevan, kamu membantu pengunjung untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan komprehensif. Ini akan meningkatkan waktu tinggal (dwell time) mereka di situs kamu, yang merupakan sinyal positif bagi mesin pencari.
Cara Membuat Artikel Pilar dan Artikel Pendukung
Langkah 1: Tentukan Topik Utama
Tentukan topik besar yang relevan dengan niche atau tema website kamu. Ini akan menjadi topik utama dari artikel pilar. Pastikan topik ini broad dan bisa dibagi menjadi subtopik-subtopik yang lebih kecil.
Langkah 2: Buat Artikel Pilar yang Mendalam
Tulis artikel pilar yang mencakup semua aspek terkait topik utama. Buat artikel yang informasi-rich dan menyeluruh. Jangan lupa untuk menggunakan kata kunci utama dan variasinya, serta menyertakan link internal ke artikel pendukung yang relevan.
Langkah 3: Tulis Artikel Pendukung
Tulis artikel pendukung untuk setiap subtopik yang relevan dengan topik pilar. Pastikan artikel ini fokus dan mengulas topik tertentu secara mendalam. Gunakan kata kunci long-tail dan variasi untuk meningkatkan relevansi pencarian.
Langkah 4: Hubungkan Artikel Pilar dan Pendukung
Buat link internal antara artikel pilar dan artikel pendukung. Ini akan mempermudah pembaca untuk menavigasi konten kamu dan membantu Google untuk mengindeks situs kamu dengan lebih baik.
Langkah 5: Perbarui Secara Berkala
Google menyukai konten yang segar dan terus diperbarui. Pastikan untuk memperbarui artikel pilar dan artikel pendukung secara berkala dengan informasi terbaru dan relevan.
Artikel pilar dan artikel pendukung adalah bagian dari strategi content siloing yang sangat efektif untuk SEO. Dengan membuat artikel pilar yang komprehensif dan artikel pendukung yang lebih spesifik, kamu dapat meningkatkan struktur situs, relevansi, dan otoritas di mata Google. Ini juga akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, yang akhirnya dapat mendongkrak peringkat di hasil pencarian.
Jadi, pastikan untuk membuat kedua jenis artikel ini dengan hati-hati dan sesuai dengan kebutuhan audiens kamu. Dengan begitu, website kamu bisa mendapatkan peringkat yang lebih baik dan tetap bersaing di dunia SEO yang terus berubah.


