Depok – Suasana Kampung Pitara, Depok, mendadak ramai dan penuh warna pada perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun ini. Dari pagi hingga malam, warga RT.02 yang tergabung dalam PERADA (Persatuan Remaja Depok) saling bahu-membahu menyemarakkan acara tahunan yang selalu dinanti. Namun ada satu penampilan yang berhasil mencuri perhatian banyak orang – Tarian Mangkalangan oleh Nilam Cahya Viantin.
Dengan balutan kostum biru keperakan yang berkilau dan gerakan lemah gemulai penuh makna, Nilam tampil begitu anggun di atas panggung sederhana yang dihias penuh ornamen merah putih. Alunan musik tradisional mulai menggema, dan sontak penonton terdiam terpukau. Setiap lenggok tangan dan tatapan matanya seolah membawa semua orang larut dalam suasana budaya Sunda yang begitu kental.
“Tarian ini menggambarkan semangat dan keanggunan perempuan Sunda. Saya ingin mengenalkan lagi budaya daerah kita kepada anak-anak muda,” ujar Nilam usai tampil, sambil tersenyum malu-malu.
Penampilan Nilam bukan sekadar hiburan, tapi juga pengingat bahwa kemerdekaan tak hanya dirayakan dengan lomba dan tawa, tapi juga dengan melestarikan budaya bangsa. Para penonton, dari anak-anak hingga orang tua, tampak antusias memberikan tepuk tangan meriah di akhir pertunjukan.
Selain Tarian Mangkalangan, acara 17-an di Kampung Pitara juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan seperti lomba makan kerupuk, balap karung, dan pentas musik remaja. Tapi tak bisa dipungkiri, penampilan Nilam menjadi salah satu momen paling berkesan malam itu.
PERADA (Persatuan Remaja Depok) RT.02 RW.14 Kp. Pitara
Ketua Umum: Rachmad Ramadhani
Ketua Pelaksana: Syahdan Rayil F
Ketua RT: Sukidi
Ketua panitia PERADA, mengatakan bahwa tahun ini mereka memang ingin menampilkan sesuatu yang berbeda.
“Biasanya kami fokus ke lomba-lomba aja. Tapi kali ini, kami pengin angkat budaya lokal biar anak muda juga ikut bangga dengan tradisinya,” jelasnya.
Acara berakhir dengan nyala kembang api kecil yang menghiasi langit malam Kampung Pitara. Warga saling bersalaman dan tertawa bahagia, menutup hari dengan penuh rasa syukur.
Melalui Tarian Mangkalangan yang dibawakan Nilam Cahya Viantin, semangat kemerdekaan terasa makin bermakna — bahwa merdeka bukan hanya tentang bebas, tapi juga tentang menjaga dan mencintai budaya sendiri.

