Home Divi BuilderPerbandingan Divi vs Elementor: Mana yang Bagus untuk Membuat Website?

Perbandingan Divi vs Elementor: Mana yang Bagus untuk Membuat Website?

Best WordPress Page Builder in 2025

by 3du
7 minutes read
Builder-Elementor-Vs-Divi-wordpress

SEO EDU Nezzan Halo, teman-teman! Kalian lagi bingung milih antara Divi vs Elementor Builder buat bangun website kalian? Tenang aja, kalian nggak sendirian! Banyak banget yang masih ragu antara dua page builder WordPress ini. Divi dan Elementor sama-sama punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pilihan terbaik buat kalian bisa bergantung pada berbagai faktor, seperti fitur, kemudahan penggunaan, harga, dan tujuan website kalian. Nah, kali ini kita bakal bahas secara detail, mana yang lebih oke antara Divi dan Elementor buat bikin website yang keren dan fungsional.

Page Builder Wordpress

Page Builder Wordpress yakni tools yang berupa plugin bisa dipakai untuk mempermudah mendesain sebuah halaman website. Untuk yang belum mempunyai keterampilan mengenai bahasa pemrograman, tentu sangat terbantu dengan penggunaan fitur plugin builder ini. Plugin page builder seperti divi maupun elementor mempermudah membuat website yang terlihat profesional.

Dengan memakai page builder, sebagai pengguna dapat membuat web yang menarik dengan mengatur tata letak sesuai selera. Bukan hanya itu saja, kamu dengan mudah dapat menambahkan elemen desain seperti gambar, teks, video, tombol, dan widget lain di dalamnya.

Divi vs Elementor

Builder Divi dan Elementor Itu Apa Ya?

Builder-Elementor-Vs-Divi-wordpress

  • Divi: Divi adalah salah satu page builder WordPress yang dikembangkan oleh Elegant Themes. Divi ini terkenal banget karena fleksibilitasnya. Kalian bisa menggunakan Divi untuk membuat berbagai jenis website, dari blog sederhana sampai website bisnis yang kompleks. Divi ini hadir dengan visual editor yang memungkinkan kalian mendesain website langsung di halaman tanpa perlu coding.
  • Elementor: Elementor juga merupakan page builder WordPress yang super populer. Dengan Elementor, kalian bisa membuat tampilan website yang menarik tanpa harus mengerti kode sama sekali. Elementor juga menawarkan berbagai elemen yang bisa di-drag-and-drop ke halaman, jadi kalian bisa menciptakan website yang sesuai dengan keinginan.

Jadi, dua-duanya adalah alat yang powerful buat ngebangun website. Tapi, manakah yang lebih bagus? Yuk, kita bandingkan!

1. Kemudahan Penggunaan

  • Divi: Buat kalian yang baru pertama kali nyoba page builder, Divi mungkin sedikit lebih rumit untuk dipahami. Meskipun Divi punya antarmuka yang ramah pengguna, ada beberapa orang yang merasa tampilan awalnya agak banyak opsi dan bisa bikin bingung. Divi menyediakan dua mode, yaitu Visual Builder dan Backend Builder. Visual Builder memungkinkan kalian untuk drag-and-drop elemen langsung di halaman yang sedang kalian buat, sementara Backend Builder lebih mengutamakan tampilan yang lebih tradisional di dalam dashboard.
  • Elementor: Nah, kalau Elementor, dia punya reputasi sebagai salah satu page builder wordpress yang paling mudah digunakan. Interface-nya sangat bersih dan sederhana, dengan banyak elemen yang bisa kalian seret dan taruh langsung di halaman. Kalian bisa langsung lihat perubahan di halaman saat mendesainnya, tanpa perlu reload atau lihat preview. Elementor memang dirancang untuk memberikan pengalaman yang intuitif dan nggak bikin pusing.

Mana yang lebih mudah? Kalau kalian baru pertama kali bikin website, Elementor mungkin pilihan yang lebih gampang karena tampilannya lebih sederhana dan mudah dipahami.

2. Desain dan Fitur

  • Divi: Salah satu hal yang bikin Divi menarik adalah betapa fleksibelnya platform ini. Divi nggak cuma punya builder untuk halaman, tapi juga untuk layout keseluruhan website. Artinya, kalian bisa mendesain setiap bagian website, mulai dari header, footer, hingga halaman individual, dengan kontrol penuh. Divi juga menawarkan lebih dari 800 layout dan banyak module atau elemen siap pakai yang bisa kalian manfaatkan. Divi juga dikenal karena kemampuannya untuk menyesuaikan desain hingga detail terkecil.
  • Elementor: Elementor juga nggak kalah keren dalam hal desain. Bahkan, banyak pengguna Elementor yang bilang kalau Elementor punya lebih banyak kontrol di sisi desain dibanding page builder lainnya. Elementor menyediakan berbagai widget, mulai dari teks, gambar, video, slider, hingga elemen interaktif lainnya. Dengan Elementor, kalian bisa membuat desain yang sangat unik dan sesuai dengan brand kalian. Selain itu, Elementor punya opsi Theme Builder yang memungkinkan kalian buat desain untuk seluruh situs, bukan cuma halaman individual.

Mana yang lebih bagus untuk desain? Kalau kalian suka kontrol penuh dan detail, Divi mungkin pilihan yang tepat. Namun, jika kalian lebih suka desain yang lebih fleksibel dan dengan banyak pilihan elemen, Elementor bisa jadi pilihan yang lebih baik.

3. Harga Builder Divi Dengan Elementor

harga-divi-builder-wordpress

  • Divi: Divi menawarkan harga yang lebih sederhana dan langsung. Kalian bisa memilih antara langganan tahunan dengan harga sekitar $89 per tahun, atau opsi langganan seumur hidup dengan harga $249. Opsi seumur hidup ini tentu lebih menguntungkan kalau kalian berniat pakai Divi dalam jangka panjang.

harga-elementor-builder-wordpress

  • Elementor: Elementor punya dua versi, yaitu gratis dan Pro. Versi gratisnya sudah cukup untuk membuat website sederhana, tetapi untuk fitur lebih canggih, kalian perlu upgrade ke versi Pro. Harga Elementor Pro mulai dari $59 per tahun untuk satu situs, atau bisa lebih mahal tergantung paket yang kalian pilih.

Mana yang lebih murah Harganya? Kalau kalian pengen opsi lebih murah, Elementor gratis bisa jadi pilihan. Tapi, kalau kalian butuh fitur canggih dengan harga yang jelas, Divi bisa jadi lebih ekonomis dalam jangka panjang.

4. Kecepatan dan Kinerja

Kecepatan loading website adalah salah satu faktor paling penting dalam SEO dan pengalaman pengguna. Bagaimana kedua page builder ini dalam hal performa?

  • Divi: Beberapa pengguna melaporkan bahwa Divi bisa sedikit lebih berat dibandingkan Elementor. Ini mungkin karena banyaknya fitur dan fleksibilitas yang Divi tawarkan. Namun, kalau kalian menggunakan Divi dengan bijak dan nggak memasukkan terlalu banyak elemen berat, kecepatan website tetap bisa terjaga.

Baca ulasannya Cara Mempercepat Loading Website Divi Builder WordPress

  • Elementor: Elementor umumnya dikenal lebih ringan dan cepat dibandingkan Divi. Elementor dilengkapi dengan optimasi kinerja yang memungkinkan website kalian tetap cepat meskipun kalian menambahkan banyak elemen di dalamnya. Dengan Elementor, kalian bisa mengontrol pengaturan cache dan optimasi kode untuk membuat halaman lebih cepat dimuat.

Mana yang lebih cepat? Secara umum, Elementor cenderung lebih ringan dan lebih cepat dalam hal kinerja. Namun, ini bisa bergantung pada bagaimana kalian menggunakan masing-masing builder.

5. SEO dan Optimasi

SEO (Search Engine Optimization) sangat penting jika kalian ingin website kalian muncul di hasil pencarian Google. Jadi, bagaimana kedua page builder ini dalam hal SEO?

  • Divi: Divi menyediakan fitur optimasi SEO dasar, seperti kemampuan untuk menambahkan tag heading, meta deskripsi, dan alt text gambar. Namun, Divi sendiri nggak menyediakan alat SEO canggih, jadi kalian perlu menggunakan plugin tambahan seperti Yoast SEO atau Rank Math untuk hasil maksimal.

Plugin-terbaik-Yoast-SEO-Vs.-Rank-Math

  • Elementor: Elementor sudah mendukung SEO dengan baik. Elementor memungkinkan kalian untuk menambahkan tag heading, meta deskripsi, dan elemen SEO lainnya langsung di editor. Selain itu, Elementor kompatibel dengan plugin SEO seperti Yoast SEO dan Rank Math, yang memungkinkan kalian mengoptimalkan website lebih lanjut.

Mana yang lebih SEO-friendly? Kedua builder ini sudah cukup SEO-friendly, tetapi Elementor sedikit lebih praktis dengan integrasi yang lebih baik dengan plugin SEO populer.

6. Dukungan dan Komunitas

  • Divi: Divi punya dukungan yang cukup solid melalui forum, tutorial, dan dokumentasi resmi. Kalian juga bisa mendapatkan dukungan langsung dari tim Elegant Themes jika kalian memilih paket berbayar. Komunitas Divi juga cukup aktif, meskipun mungkin nggak sebesar Elementor.
  • Elementor: Elementor punya komunitas yang sangat besar dan aktif di seluruh dunia. Ada banyak grup Facebook, forum, dan tutorial online yang membahas segala hal tentang Elementor. Dukungan resmi Elementor juga cukup responsif, dan banyak pengguna yang berbagi pengalaman di platform sosial media.

Mana yang punya dukungan lebih baik? Elementor memiliki komunitas yang lebih besar dan lebih aktif, jadi kalian mungkin akan lebih mudah menemukan solusi untuk masalah yang kalian hadapi.

7. Keamanan

  • Divi: Divi secara umum cukup aman dan diperbarui secara rutin oleh Elegant Themes. Namun, karena Divi adalah produk premium, kalian harus pastikan bahwa kalian selalu memperbarui versi Divi untuk mendapatkan patch keamanan terbaru.
  • Elementor: Elementor juga rutin memperbarui plugin mereka untuk menjaga keamanan website. Seperti halnya Divi, sangat penting untuk selalu memperbarui versi Elementor kalian agar tetap aman.

Mana yang lebih aman? Kedua builder ini cukup aman, asalkan kalian selalu memperbarui dan menggunakan versi terbaru.

Divi atau Elementor, Mana yang Lebih Bagus?

Sebenarnya, memilih antara Divi dan Elementor itu sangat bergantung pada kebutuhan dan preferensi kalian. Kalau kalian lebih suka antarmuka yang sederhana dan kemudahan penggunaan, Elementor bisa jadi pilihan yang lebih baik. Tapi, kalau kalian menginginkan kontrol lebih banyak terhadap desain dan siap untuk menghadapi sedikit kurva pembelajaran, Divi bisa jadi pilihan yang tepat.

Baca artikelnya Perbedaan Theme Divi Builder Dengan Plugin Divi Builder

Kedua page builder ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, kalian harus coba dulu dan lihat mana yang lebih nyaman digunakan untuk membangun website kalian. Apapun pilihan kalian, baik Divi maupun Elementor, keduanya bisa membantu kalian menciptakan website yang keren dan fungsional tanpa perlu coding!

You may also like

Add Comment